Venezuela Pertahankan Revolusimu !!!
Kesan yang ditimbulkan dari press release Menlu AS, Jhon Kerry1
bahwa tidak ada demokrasi di Venezuela adalah satu kebohongan besar.
Semenjak 1998 ketika para pendukung revolusi Bolivarian memenangkan Hugo
Chavez dalam pemilu demokratis, Venezuela mulai menerapkan sistem
demokrasi dan partisipasi rakyat dalam pengambilan kebijakan Negara.
Venezuela merupakan Negara dengan angka pemilihan paling tinggi di
Amerika Latin dan juga memiliki sistem pemilihan secara otomatis.
Karena keyakinan bahwa demokrasi-lah yang akan menghidupkan Revolusi Bolivarian, Venezuela pun tidak membredel
media dan alat propaganda yang dimiliki oleh kelompok oposisi. Sebesar
80% media di Venezuela adalah media milik swasta. Tiga Koran nasional
(El Universal, El Nacional, Ultimos Noticias) beroposisi terhadap
pemerintah. Empat televisi nasional, tiga diantaranya (Venevision,
Globovision, dan Televan) adalah juga oposan pemerintah2.
Kami
mengecam berbagai publikasi yang memberitakan kebohongan, dan ingin
memberikan kesan bahwa Maduro melakukan tindak represif terhadap para
mahasiswa pro oposisi yang berdemontrasi3.
Kami
mendukung langkah tegas pemerintahan Nicholas Maduro untuk mengusir
tiga diplomat AS di Venezuela terkait dengan langkah mereka untuk
memprovokasi kerusuhan di kalangan mahasiswa dengan sebelumnya
berkeliling ke kampus-kampus untuk menawarkan program visa ke AS namun
setelah itu justru mengorganisir pelatihan, dan provokasi untuk
melakukan kekerasan di Venezuela.
Kami mengapresiasi seruan presiden Nicholas Maduro untuk melakukan rally anti fasis di Venezuela sebagai semangat bagi rakyat untuk terus mempertahankan revolusi Bolivarian.
Kami
mengapresiasi gerakan rakyat yang terus bergerak mempertahankan
revousinya–kunci revolusi ada di tangan mereka; khususnya gerakan buruh,
pemuda, perempuan, pelajar lingkar-lingkar sosialis dan dewan-dewan
perencanaan komunal, dll yang terus meningkatkan partisipasi dan
mobilisasi mereka mempertahankan dan memperhebat revolusi. Cita-cita sosialisme abad 21 yg ditegaskan Chavez ada di tangan mereka.
Melalui proses revolusi Bolivarian yang telah berjalan,
Venezuela berhasil menyediakan pendidikan gratis, setara dan
berkualitas. Sebanyak 79% kaum muda berumur 15-24 tahun bersekolah dan
67%nya bekerja di institusi publik. Berbagai misi bolivarian kesejahteraan juga telah diselenggarakan, diantaranya Mission Mercal, Mission Barrio Adentro, Mission
Musica, dll. Undang-undang perburuhan yang diratifikasi pada 2003 juga
menjamin hak-hak buruh (misal : para buruh tidak boleh diharuskan
bekerja selama 5 jam terus-menerus, pekerjaan tidak boleh bertentangan
dengan kehendak bebas buruh), pekerjaan rumah tangga juga dilihat
mempunyai nilai dan mendapat jaminan sosial.
Terakhir,
kami menyerukan kepada seluruh gerakan demokrasi di Indonesia untuk ayo
terlibat dalam Gerakan Global – Solidaritas untuk Revolusi Bolivarian.
Revolusi Bolivarian yang sedang berlangsung di Venezuela telah
memberikan semangat bahwa sebuah sistem alternative (kekuasaan rakyat)
itu ada dan mungkin dilakukan. Bersolidaritas terhadap proses demokrasi
yang sedang berjalan di Venezuela adalah juga upaya untuk menguatkan
pergerakan rakyat di Indonesia atas pentingnya memperbesar demokrasi
sebagai syarat menuju cita-cita maju dan perubahan yang lebih baik.
Jakarta, 21 Februari 2014

" />
" />
" />
" />
" />
" />
" />
" />


0 komentar:
Posting Komentar