Latest Article Welcome in Democratic Student Fight Movement Of Parepare Site
 photo hhhhhhhhiii_zps9dd37855.jpeg" />  photo hhdrhhdhdrhdh_zps2794a59b.jpeg" />  photo 565465645565_zps62adc85f.jpeg" />  photo 565465645565_zps62adc85f.jpeg" />  photo 565465645565_zps62adc85f.jpeg" />  photo 565465645565_zps62adc85f.jpeg" />  photo 565465645565_zps62adc85f.jpeg" />  photo 565465645565_zps62adc85f.jpeg" />  photo 565465645565_zps62adc85f.jpeg" />  photo 565465645565_zps62adc85f.jpeg" />  photo 565465645565_zps62adc85f.jpeg" />  photo 565465645565_zps62adc85f.jpeg" />

Merah Telah Menjadi Pilihan



Merah Telah Menjadi Pilihan
Karya: Abd. Rachman/Ame’
Merah telah menjadi pilihan
di saat belenggu mencoba merampas impian
belenggu yang di kemudikan olehnya para setan
berjuba gelap beraura ancaman kehancuran
“Yang Kau impikan itu utopis”
Katamu dengan menggoda
“yang kau pilih itu sesat”
dengan berbisik kau melaknat
Belok ke kiri dengan merah yang telah menjadi pilihan
kau panggil Aku dan menyuruhku mengikutimu
menuju jalan yang menjanjikan kedamaian
walau dengan kedamaian yang di bangun
dari darah para manusia yang tak berdosa
Kedamaian yang kau sajikan
cukup ampuh dan banyak menipu teman-temanku
bahkan berhasil meracuni keluargaku
Kedamaian yang kau bangun semakin menjadi-jadi
bahkan merahku kau coba hitamkan dengan siasat bertopeng syurga
tapi ternyata kau jua tak mampu
hitammu semakin menghilang oleh merah yang mengalir deras
bak darah kecaman sisa-sisa hisapanmu yang lalu
Kau geram kepadaku
yang tak kunjung menjadi hitam bersamamu
dan karena itu,…
kau gratiskan fitnah untuk menyulitkanku
kau sebar kebencian untuk memojokkanku
bahkan kau legalkan pembunuhan untuk melenyapkanku
Kau pikir dengan semua itu Aku akan berpaling
atau jika tidak, Aku akan mati membusuk dengan tanganmu
Asal kau tahu,
Aku tak takut mati karnamu
dan jika mati sekalipun aku taka apa
karna kain merah yang kan membalut jazad yang telah kau lenyapkan
Maka dengarlah suaraku
Aku lebih baik mati dengan tragis
bahkan dengan gelar teroris
dari pada hidup dan bahagia dengan hitammu yang sesaat dan sesat
 



TOPENG YANG PENUH KEMUNAFIKAN

TOPENG YANG PENUH KEMUNAFIKAN
Karya : Ahmad Audha Elfikri
(Sekjen. Gerakan Perjuangan Mahasiswa Demokratik) GPMD PAREPARE
Kami jiwa yang penuh keresahan
Melihat penindasan di bumi pertiwi ini
Kami jiwa yang penuh kemarahan
Melihat ketidak adilan yang menguliti
Hey… kalian yang mengkoar-koarkan
nilai kemanusian dan janji-janji yang penuh kemunafikan
mana ? Janji-janji yang kau koarkan selama ini
mana ? bukti nilai kemanusiaan yang kau lakukan selama ini
kami rasa, kalian hanya mengeluarkan bau busuk yang penuh kemunafikan
yang seolah-olah membunuh kami secara peralahan
Kami, kaum yang merasakan penindasan dan ketidak adilan yang kau lakukan,
selama darah merah masih tetap mengalir di dalam tubuh kami
perjuangan dan perlawanan kami tidak akan pernah berhenti
walaupun kebenaran yang kami bawah kalian nodai
kami tidak akan pernah berhenti berjuang dan melawan sampai titik darah penghabisan.

SEBATAS KEMAMPUAN ANAK JELATA

SEBATAS KEMAMPUAN ANAK JELATA
Karya : irwan (jelata kiri)
Aku ingin menjadi orang yang mampu membahagiakanmu
Aku ingin selalu ada dalam setiap langkah kakimu
Tapi keterbatasanku sebagai anak jelata
Pasti mereka-mereka berfikir aku tidak akan mampu melakukan hal itu

IYA.......!!
Tapi apakah aku di ciptakan untuk menjadi beban bagimu ?
Orang-orang yang faham pasti akan berkata,
TIDAK....!!
Aku memang lahir dari seorang yang kecil
Aku memang lahir dari keluarga yang tidak di pandang
Tetapi aku fikir ini adalah sebuah jalan bagiku,
Jalan menuju kebahagiaanku
Aku mulai melihat dan mulai mendengar aktifitas yang ada di dekatku
Kadang mampu melahirkan ide dan gagasan untuk menghasilkan hal yang baru
Namun, orang di samping berkata...
“Akkhhhhh.... dia hanya mampu sebatas itu saja” “kasihan dia hehehee”
Tapi aku anggap itu hanyalah angin lalu saja
Tidak mungkin juga aku menganggap itu adalah kesalahan
Karena ini adalah satu kemampuan anak jelata.

Perjuangan kecil dari seorang anak jelata

Perjuangan kecil dari seorang anak jelata
coretan : irwan (jelata kiri)
Terbangun di waktu fajar yang dingin
Mulai berkemas di dalam gubuk yang mereka anggap itu adalah sampah
Bermodalkan satu buah kain yang menempel di tubuh
Untuk menjaga dari cengkraman terik sinar matahari yang menanti di luar sana

Kini mulai melangkahkan kaki menuju sudut pinggiran kota
Menghampiri setumpukan sisa-sisa yang mereka telah buang di pinggiran kota ini
dengan satu alasan...
dengan hanya mendapatkan sesuap nasi untuk perut yang kosong ini
panasnya terik matahari kini membuatku lelah
dan bercucurlah keringat hasil jerih payah ini karena satu alasan itu
mulai menyandarkan tubuh ini di balik tembok gedung yang tinggi
seakan ia melindungiku dari ganasnya terik sinar matahari
mencoba menutup mata secara perlahan
namun entah mengapa dan dari mana sebuah bayangan hitam hadir di hadapanku,
ia mulai berbisik di telingah kiri dan kananku
sekan mengajak raga ini untuk bangkit melakukan sebuah langkah yang lebih maju
aku masi ingat apa yang telah di bisikkan kepadaku
bayangan itu berkata...
“Nak bangkitlah dan lakukan sebuah perjuangan untuk melenyapkan penindasan terhadapmu dan saudara-saudaramu dari tirani ini”
Dengan bermodalkan setetes tinta merah
Ku coretkan perjuanganku di atas kertas bersih ini
Yang lahir dari sudut pinggiran kota ini.

KELUH SEJARAH

KELUH SEJARAH
Coretan : irwan (jelata kiri)
Cipta sejarah yang kalian telah ukir di pundakku
Kalian menjadikan aku sebagai alat pelindungmu
Tanpa kalian merasa takut..
Akan tetesan darah yang kalian telah perbuat di masa itu

Ada yang melihatmu...
Ada yang memandangimu...
Ada pula yang mencatat semua apa yang kalian telah perbuat,
Di masa itu..
Kalian adalah pembelok sejarah
Mengatakan TIDAK kalau sebenarnya itu adalah IYA
Dengan mudahnya kalian melakukan hal keji itu
Alasan apakah gerangan kalian melakukan hal seperti itu.?
Kini kalian membuat orang-orang percaya akan ke hebatanmu
Tapi apakah kalian pernah percaya.?
Kalaw di belakangmu ada yang akan menusukmu.?
Menusuk perutmu itu yang penuh dengan kotoran yang kalian makan dari sejarahku...
Kebenaran telah kalian belokkan
Kepercayaan telah kalian hilangkan
dan parahnya lagi.
Hak-hak orang lain kalian telah rampas dengan tangan yang penuh gumpalan darah.
Kalian sungguh keji’
Sengaja membelokkan ku (sejarah)
Agar kalian terhindar dari kebenaran yang sesungguhnya.

Cintaku Masih Satu Dan Utuh



Cintaku Masih Satu Dan Utuh
Ame’ Proletar
Parepare, 28/Oktober/2014
Jika kau tanya apakah Aku masih setia
Aku pasti menjawab Ya Aku masih setia
Bukan setia kepada satu wanita
tetapi Aku tetap setia kepada semua cita-cita mulia kita
Jika kau bertanya apakah Aku masih di sampingnya
Aku pasti menjawab Ya Aku akan selalu di sampingnya
dan bukan di samping
dia wanita
tetapi akan selalu disamping rakyat yang menderita
Jika kau ragukan cintaku yang dahulu
aku akan yakinkan bahwa cintaku masih utuh
dan itu bukan cinta kepada wanita-wanitaku
tetapi cinta suci kepada rakyatku
Ketika kau bertanya apakah aku masih memuja
aku pasti menjawab Ya aku masih tetap memuja
dan itu bukan pujaan para pujangga asmara
tetapi pujaan terhadap pedoman yang mengantar kita
kepada penghancuran tirani penguasa
Ketika Kau berharap apakah Aku masih merindu
pasti Aku akan yakinkan bahwa rinduku masih untukmu
kau yang bukan satu kekasihku
tetapi kau yang sepertiku
yang senantiasa merindukan sosialisme sebagai jalan yang satu
untuk membebaskan rakyat dari belenggu
Jika kau bertanya apakah Aku masih ingat
aku pasti menjawab bahwa Aku masih selalu ingat
dan itu bukan ingatan terhadap kenangan yang mencuat
dan juga bukan kisah yang berbau plagiat
tetapi ingatan terhadap setiap doa yang kita panjat
tetapi ingatan terhadap derita sejuta ummat
dan kecaman orang-orang yang melaknat
melaknat kita yang berlawan bersama rakyat
Ya melaknat kita yang berlawan bersama Rakyat
Ini bukan kisah klasik yang berbau moralitas
tetapi kisah perjuangan yang
“mereka” coba di berantas
menghantam dan mencoba melenyapkan dengan keras
tetapi dengan cinta yang utuh terhadap rakyat yang di peras
akan menghantam kembali para penindas yang berwatak borjuis
Ini bukan perjuangan seorang lelaki dalam mencari cinta
tetapi lebih dari pada itu kawan
karena perjuangan kita yang penuh perlawanan
akan berujung pada kisah yang di cita-citakan
yaitu negeri tanpa penindasan
tetapi penuh dengan kesejahteraan
Parepare 28/Oktober/2014

Cintaku Masih Satu Dan Utuh



Cintaku Masih Satu Dan Utuh
Ame’ Proletar
Parepare, 28/Oktober/2014
Jika kau tanya apakah Aku masih setia
Aku pasti menjawab Ya Aku masih setia
Bukan setia kepada satu wanita
tetapi Aku tetap setia kepada semua cita-cita mulia kita
Jika kau bertanya apakah Aku masih di sampingnya
Aku pasti menjawab Ya Aku akan selalu di sampingnya
dan bukan di samping
dia wanita
tetapi akan selalu disamping rakyat yang menderita
Jika kau ragukan cintaku yang dahulu
aku akan yakinkan bahwa cintaku masih utuh
dan itu bukan cinta kepada wanita-wanitaku
tetapi cinta suci kepada rakyatku
Ketika kau bertanya apakah aku masih memuja
aku pasti menjawab Ya aku masih tetap memuja
dan itu bukan pujaan para pujangga asmara
tetapi pujaan terhadap pedoman yang mengantar kita
kepada penghancuran tirani penguasa
Ketika Kau berharap apakah Aku masih merindu
pasti Aku akan yakinkan bahwa rinduku masih untukmu
kau yang bukan satu kekasihku
tetapi kau yang sepertiku
yang senantiasa merindukan sosialisme sebagai jalan yang satu
untuk membebaskan rakyat dari belenggu
Jika kau bertanya apakah Aku masih ingat
aku pasti menjawab bahwa Aku masih selalu ingat
dan itu bukan ingatan terhadap kenangan yang mencuat
dan juga bukan kisah yang berbau plagiat
tetapi ingatan terhadap setiap doa yang kita panjat
tetapi ingatan terhadap derita sejuta ummat
dan kecaman orang-orang yang melaknat
melaknat kita yang berlawan bersama rakyat
Ya melaknat kita yang berlawan bersama Rakyat
Ini bukan kisah klasik yang berbau moralitas
tetapi kisah perjuangan yang
“mereka” coba di berantas
menghantam dan mencoba melenyapkan dengan keras
tetapi dengan cinta yang utuh terhadap rakyat yang di peras
akan menghantam kembali para penindas yang berwatak borjuis
Ini bukan perjuangan seorang lelaki dalam mencari cinta
tetapi lebih dari pada itu kawan
karena perjuangan kita yang penuh perlawanan
akan berujung pada kisah yang di cita-citakan
yaitu negeri tanpa penindasan
tetapi penuh dengan kesejahteraan
Parepare 28/Oktober/2014

Merah Telah Menjadi Pilihan

Merah Telah Menjadi Pilihan
Karya: Abd. Rachman/Ame’


Merah telah menjadi pilihan
di saat belenggu mencoba merampas impian
belenggu yang di kemudikan olehnya para setan
berjuba gelap beraura ancaman kehancuran


“Yang Kau impikan itu utopis”
Katamu dengan menggoda
“yang kau pilih itu sesat”
dengan berbisik kau melaknat


Belok ke kiri dengan merah yang telah menjadi pilihan
kau panggil Aku dan menyuruhku mengikutimu
menuju jalan yang menjanjikan kedamaian
walau dengan kedamaian yang di bangun
dari darah para manusia yang tak berdosa


Kedamaian yang kau sajikan
cukup ampuh dan banyak menipu teman-temanku
bahkan berhasil meracuni keluargaku


Kedamaian yang kau bangun semakin menjadi-jadi
bahkan merahku kau coba hitamkan dengan siasat bertopeng syurga
tapi ternyata kau jua tak mampu
hitammu semakin menghilang oleh merah yang mengalir deras
bak darah kecaman sisa-sisa hisapanmu yang lalu


Kau geram kepadaku
yang tak kunjung menjadi hitam bersamamu
dan karena itu,…
kau gratiskan fitnah untuk menyulitkanku
kau sebar kebencian untuk memojokkanku
bahkan kau legalkan pembunuhan untuk melenyapkanku


Kau pikir dengan semua itu Aku akan berpaling
atau jika tidak, Aku akan mati membusuk dengan tanganmu

Asal kau tahu,
Aku tak takut mati karnamu
dan jika mati sekalipun aku taka apa
karna kain merah yang kan membalut jazad yang telah kau lenyapkan


Maka dengarlah suaraku
Aku lebih baik mati dengan tragis
bahkan dengan gelar teroris
dari pada hidup dan bahagia dengan hitammu yang sesaat dan sesat

Parepare, 19/Oktober/2014

AKU SUDAH TAHU



AKU SUDAH TAHU
Ame’ (Poetra Sang Proletar)
Ia tak tahu  apa yang kau ajarkan
ia bingung dengan jalan yang kau tuntunkan
namun dengan dekil, bau, dan kurus anak kecil itu menerima saja
yaitu menyusuri jalan
yang katanya penuh kebenaran dan keajaiban
penuh kedamaian serta kasih sayang

Sering kali ia tersandung di jalanmu yang mulus itu
namun ia dengan sigap bangun. Mengapa ?
selalu ia merasa terancam walau jalanmu terlihat aman
tapi, ia tak takut dan masih saja terus melangkah
walau dengan arah dan tujuan yang belum terbaca. Mengapa ?
kau pun tersenyum yang ia tak tahu apa maksudnya
serta kehendakmu kepadanya

Kini ia berjalan
jelas iya… kau teriakkan kebenaran
yang memang anak itu selalu di salahkan
dengan semua kebenaran yang ia lakukan

Ia masih saja berjalan
jelas iya… Kau menjanjikan keajaiban
yang memang anak itu telah putus asa dengan harapan
yang tak kunjung menuai jawaban

Dia masih terus berjalan
jelas iya… kau menjanjikan kedamaian
yang memang anak itu telah bosan
dengan dunia yang semakin membinasakan

Nyatanya ia masih berjalan
jelas iya… kau menawarkan kasih sayang
yang ternyata anak itu telah lama rindu
dengan apa yang di sebut cinta
dengan apa yang di sebut cinta

Aku tak bertanya mengapa anak itu berjalan !
tapi aku bertanya mengapa engkau berbohong !
tak perlu kau jawab
karena jawabannya telah aku dapati

Yang perlu kau jawab adalah
mengapa kau janjikan anak itu dengan kebenaran
yang ternyata hanya kesesatan
yang kau sajikan
dan ternyata hanya kebohongan
yang selalu kau ucapkan

mengapa kau janjikan anak itu dengan keajaiban
yang ternyata hanyalah tipu muslihat yang kau coba berikan
dan hanya kemelaratan yang ia dapatkan

Mengapa kau bisikkan tentang kedamaian
yang ternyata peperangan, peperangan
dan peperanganlah yang kau perlihatkan

Dan Mengapa kau menawarkan kasih sayang
yang ternyata hanya penyiksaan, pengasingan,
dan penindasan yang ia rasakan
membuat anak kecil itu belum jua menuai jawaban
dari harapan yang mulai membosankan

Semua itulah yang harus kau jawab
walau sebenarnya
juga telah ku tahu jawabannya.
 




Download Buletin

Populer Post

 
Hak Cipta : Komite Pusat - Gerakan Perjuangan Mahasiswa Demokratik SGMK Kota Parepare | ' | AR. Ame' FB
Copyright © 2013. Gerakan Perjuangan Mahasiswa Demokratik Parepare - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by RED LEFT