PARPOL 2014 PELANGGAR HAM DAN PRO KAPITALISME
Konsolidasi Elit makin kokoh, kabinet Jokowi sudah terbentuk,
‘pertikaian’ selama pemilupun telah dicairkan; ekploitasi sumber daya
alam –demi segelintir orang–akan semakin massif, liberalisasi ekonomi
terus berjalan, perampasan tanah rakyat demi investor menjadi menu
sehari-hari, upah murah dan sistem kerja outsourcing demi investor juga
menjadi menu harian; semuanya akan dinaungi dengan stabilitas
politik–jangan demo, jangan unjuk rasa; aparat telah disiagakan.
Hanya ada satu jalan keluar; konsolidasi Gerakan Rakyat; Konsolidasi
yang tidak lagi sebatas momentum pendek, yang tidak lagi hanya sebatas
sektoral, yang tidak lagi sebatas menjadi kekuatan penekan tanpa
orientasi perombakan kekuasaan politik negara; Konsolidasi Gerakan yang
sepadan dengan Konsolidasi Elit adalah Pembangunan Partai Persatuan
Gerakan Rakyat;
Ya, Partai Politik Rakyat–dengan programnya adalah penyelamatan
kekayaan alam dan lingkungan, membangun industri nasional yang
dibutuhkan rakyat –oleh karena itu harus di bawah kontrol
rakyat—menghapus hutang luar negeri yang selama ini dijadikan alat
negara maju untuk mendikte kepentingannya; Melakukan nasionalisasi
terhadap sektor2 vital–merombak berbagai kontrak karya yang selama ini
merugikan rakyat; Menyediakan pendidikan gratis sampai universitas, juga
kesehatan gratis untuk semua rakyat, semua jenis penyakit–dengan
alokasi anggaran yang cukup, hasil dari nasionalisasi–perombakan kontrak
karya dan penghapusan hutang luar negeri; Menjamin kesediaan pangan
yang murah–subsidi untuk kaum tani diperbesar, juga penyediaan lahan dan
teknologi dalam pertanian kolektif. Perumahan murah dan massal dan
layak, harus dibangun, tak boleh lagi rakyat Indonesia tinggal di kolong
jembatan, di jalan-jalan, di perkampungan kumuh.
Kenaikan Upah buruh secara signifikan tak bisa ditunda-tunda, dan
secara tegas, pemberlakuan sistem kerja Oustsourcing–magang harus
dihapuskan, serta jaminan bekerja secara permanen.
Partai Politik Rakyatpun, berjuang untuk memastikan jaminan
sepenuhnya atas hak demokratis rakyat; hak referendum, hak memilih
pejaba publik secara langsung, hak mencabut pejabat dari jabatannya, hak
berorganisasi-berserikat, hak mogok dan berunjuk rasa, hak berpendapat
secara bebas—artinya semua UU atau peraturan yang membatasi hak-hak
demokratis rakyat, harus diganti.
Dan tentu saja, pendekatan Militeristik tidak dibenarkan oleh Partai
Rakyat; kekuatan militer harus sepenuhnya diabdikan untuk membela
rakyat–bukan pemodal seperti sekarang ini. Semua penjahat HAM yang
bertanggung jawab atas kejahatan terhadap kemanusiaan, harus diadili–dan
semua kejahatan kemanusian masa lalu, harus dibongkar agar tidak
terulang kembali di masa depan.
Juga memperjuangkan secara sungguh sungguh kepentingan kaum
perempuan–melawan diskriminasi terhadap perempuan dalam segala bidang,
memberikan perlindungan yang kuat terhadap hak-hak perempuan.
Terhadap kaum minoritas–yang selama ini mendapatkan
diskriminasi–Partai Rakyatpun penting untuk menunjukan pembelaannya;
kelompok minoritas agama, kelompok minoritas gender, kelompok minoritas
lainnya.
Dan kepada rakyat Papua–yang terus menerus di jajah dari Rezim satu
ke rezim lainnya–Partai Rakyat juga ditagih tanggung jawab politiknya;
memperjuangkan hak-hak demokratik rakyat papua, memperjuangkan
kesejahteraan rakyat Papua.
2019, Akankah hadir Partai Rakyat untuk menjadi alat politik rakyat
memperjuangkan kepentingannya, atau seperti pemilu yang lalu lalu, yang
bertarung hanylah partai elit dan rakyat ‘dipaksa’ memilih yang ‘busuk’
diantara yang terbusuk
Masa depan rakyat, masa depan Indonesia, ditentukan dari keberanian
pimpinan-pimpinan gerakan rakyat untuk mengambil perjuangan
politik–membangun partai politik rakyat dan bertarung sekuat-kuatnya
dalam segala lini melawan cengkraman kapitalisme.
Budi Wardoyo* (Tawaran Gagasan Terbuka )
Sekian.
Tebet, 26 Oktober 2014
(Pasca Pengumuman Kabinet Jokowi)
*Sekretaris Politik Rakyat
Sumber: http://politikrakyat.com/
" />
" />
" />
" />
" />
" />
" />
" />
Home »
Perspektif
» PARPOL 2014 PELANGGAR HAM DAN PRO KAPITALISME
PARPOL 2014 PELANGGAR HAM DAN PRO KAPITALISME
Posted by Redaksi
Posted on 11.15
with No comments



0 komentar:
Posting Komentar