Ada Apa Dengan Komunisme ? (1)
Abdul Rahman/Ame’
Abdul Rahman/Ame’
Ada apa dengan komunis ataupun Komunisme ? itulah
pertanyaan yang selalu terbayang dalam kepala yang masih ambigu ini ketika
dengan serius membaca tulisan itu. Mengapa sampai sekeras itu dengan Komunisme
? saya pun langsung berprasangka, mungkin karena mereka adalah barisan anti
komunis yang berserikat kemudian di berikan mandat untuk mengkampanyekan Anti
Komunisme, atau mungkin mereka tidak paham dengan Komunisme dan hanya
berpedoman pada kebenaran relatif atau justifikasi belaka. Atau mungkin saja
mereka buta akan sejarah atau justru sengaja di butakan oleh pihak petinggi
yang tidak terlalu akrab dengan orang-orang komunis. Tapi semoga mereka yang
katanya “Agent Of Change” bukan karena hanya mematuhi perintah dan tidak tahu
apa-apa tentang tulisan itu yang bagiku sangat tidak Rasional.
Mungkin kita perlu mendiskusikan hal ini, apa iya
Komunis itu sejahat yang para penguasa selalu kampanyekan di media-media mereka
sendiri, apa iya Komunis itu sesadis yang mayoritas masyarakat sering ceritakan
kepada anak cucu mereka. Apa iya Komunis itu benar kejam seperti yang tertuang
dalam buku-buku mata pelajaran sejarah Sekolah Menengah Pertama maupun atas. Entah
siapa yang benar dan salah dalam hal perspektif yang banyak mengundang
kontroversi ini.
Maaf saya banyak tanya kepada Anda atau kalian
yang saya rasa wajib menjawab pertanyaan saya. Jika kalian bertanya apakah saya
ini seorang Komunis, jelas saya akan menjawab bahwa Saya bukan seorang Komunis,
dan saya bukan simpatisan komunis. Tapi saya hanyalah orang yang sepakat dengan
konsep perjuangan masyarakat hina yang di bawa oleh orang-orang komunis. Dan
mungkin lebih lucu lagi ketika kalian bertanya apakah saya ini seorang Ateis,
atau bahkan orang yang anti terhadap agama (kafir).
Sulit untuk di lupakan, jujur saya memang sudah
seringkali di tuduh Komunis, Ateis dan yang lebih parah lagi seorang kafir yang
berkeliaran di bumi Tuhan ini (katanya). Justifikasi kafir terhadapku justru
membuatku terbahak dalam hati. Kenapa tidak, sungguh ironis jika seorang hamba
melaknak sesamanya dengan gelar kafir tanpa seizin Tuhannya atau lebih jelasnya
ia telah mendahului Tuhannya. Sesuai dengan pelajaran Agama yang pernah saya
dapatkan, persoalan neraka dan syurga atau persoalan kafir dan mulia di mata
Tuhan itu hanya Tuhan sajalah yang tahu. Saya lulusan dari Pesantren yang di
tiap harinya dijejali pendidikan Islami yang secara kebetulan gemar mempelajari
Idiologi yang katanya “HARAM” itu, dan mungkin sebuah Hidayah atau tuntunan
dari Tuhan untuk meyakininya sebagai falsafah dalam menyusun konsep perjuangan
guna melepaskan manusia dari Kedzaliman Tirani (DAN BUKAN SEBAGAI AGAMA), tapi
hanya sebagai Idiologi Ekonomi Politik “Politycal Economy”. Berarti
benar jika di katakan bahwa Komunisme bukanlah sebuah ajaran keagamaan tapi
merupkan Idiologi Ekonomi politik yang berlawanan dengan Apa yang membelenggu
sistem Ekonomi Politik Nasioanal dan Internasional saat ini yaitu KAPITALISME.
Bersambung….

" />
" />
" />
" />
" />
" />
" />
" />


0 komentar:
Posting Komentar